Esoknya, kukendarai motor ini dengan hati-hati maklumlah "First Ride". Senyum mengembang di bibir saat berpapasan dengan tetangga, maklumlah motor baru. Kecepatan tidak melewati 40 km/jam, pokoknya sangat hati-hati.
Itu dulu, setelah 4 bulan berlalu, akhirnya bener-bener jadi raja jalanan. Pokoke gas harus "puol", motor yang nyalip harus dibalas sampai titik darah penghabisan, apalagi yang merknya beda atau pengendaranya belagu, pasti dikejar sampai "minimal" nyusul dah.
Sampai suatu ketika, temen kerja yang menggunakan motor terjatuh karena menabrak pembatas antara jalur busway, dan tangannya patah, pembawaan dalam mengendarai motor berubah total, pokoknya insaf deh, gak pengen kejadian tersebut menimpa pada diri sendiri. Rugi semuanya, baik waktu, tenaga, badan, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan.
Saat ini, saatnya gua mengingatkan rekan-rekan sesama pengendara motor untuk lebih tertib dalam menggunakan motor. Jumlah motor yang sangat banyak di Ibukota apalagi jam-jam tertentu menuntut kita untuk lebih berhati-hati. Tidak perlu gua ceritakan hal-hal tragis yang menimpa rekan-rekan pengendara motor yang menyebabkan mereka meninggal, karena perubahan dari satu pengendara saja mampu menjadi contoh buat pengendara lainnya.
Segala yang ada di bumi berjalan dalam suatu sistem, itulah "System-Life".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar