30 Juli 2008

Pengendara Motor

Senang sekaligus bangga saat motor baru telah berada di halaman rumah. Senang karena punya tongkrongan baru dan bangga karena "masih mampu" membeli motor di kondisi sekarang (walaupun kredit). Dengan hati gembira kunyalakan motor dan terdengar suara motor yang garing menandakan bahwa motor "benar-benar" baru.

Esoknya, kukendarai motor ini dengan hati-hati maklumlah "First Ride". Senyum mengembang di bibir saat berpapasan dengan tetangga, maklumlah motor baru. Kecepatan tidak melewati 40 km/jam, pokoknya sangat hati-hati.

Itu dulu, setelah 4 bulan berlalu, akhirnya bener-bener jadi raja jalanan. Pokoke gas harus "puol", motor yang nyalip harus dibalas sampai titik darah penghabisan, apalagi yang merknya beda atau pengendaranya belagu, pasti dikejar sampai "minimal" nyusul dah.

Sampai suatu ketika, temen kerja yang menggunakan motor terjatuh karena menabrak pembatas antara jalur busway, dan tangannya patah, pembawaan dalam mengendarai motor berubah total, pokoknya insaf deh, gak pengen kejadian tersebut menimpa pada diri sendiri. Rugi semuanya, baik waktu, tenaga, badan, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan.

Saat ini, saatnya gua mengingatkan rekan-rekan sesama pengendara motor untuk lebih tertib dalam menggunakan motor. Jumlah motor yang sangat banyak di Ibukota apalagi jam-jam tertentu menuntut kita untuk lebih berhati-hati. Tidak perlu gua ceritakan hal-hal tragis yang menimpa rekan-rekan pengendara motor yang menyebabkan mereka meninggal, karena perubahan dari satu pengendara saja mampu menjadi contoh buat pengendara lainnya.

Segala yang ada di bumi berjalan dalam suatu sistem, itulah "System-Life".




Read More......

10 Juli 2008

Setiap Langkah Adalah Anugerah


Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer.

Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi.

Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Banyak hal dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

"Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?" tanya sang professor.

"Melakukan apa?" tanya Ralph.

"Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?" desak sang professor.

"Oh...", kata Ralph "selama perang ....."

"Saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal."

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

"Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah", katanya. "Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki, serta mensyukuri langkah sebelumnya.". "Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini."

Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.

Nilai manusia tidak ditentukan dengan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup. Kekayaan manusia bukan pada apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan.

Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini. Hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri. Selamat menikmati setiap langkah hidup Anda dan BERSYUKURLAH SETIAP SAAT.




Read More......

09 Juli 2008

Komitmen, Hasrat dan Keberanian


Namanya Hani. Hani Irmawati. Ia adalah gadis pemalu, berusia 17 tahun. Tinggal di rumah berkamar dua bersama dua saudara dan orangtuanya. Ayahnya adalah penjaga gedung dan ibunya pembantu rumah tangga. Pendapatan tahunan mereka, tidak setara dengan biaya kuliah sebulan di Amerika.

Pada suatu hari, dengan baju lusuh, ia berdiri sendirian di tempat parkir sebuah sekolah internasional. Sekolah itu mahal, dan tidak menerima murid Indonesia. Ia menghampiri seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di sana. Sebuah tindakan yang membutuhkan keberanian besar untuk ukuran gadis Indonesia. "Aku ingin kuliah di Amerika," tuturnya, terdengar hampir tak masuk akal. Membuat sang guru tercengang, ingin menangis mendengar impian gadis belia yang bagai pungguk merindukan bulan.

Untuk beberapa bulan berikutnya, Hani bangun setiap pagi pada pukul lima dan naik bis kota ke SMU-nya. Selama satu jam perjalanan itu, ia belajar untuk pelajaran biasa dan menyiapkan tambahan pelajaran bahasa Inggris yang didapatnya dari sang guru sekolah internasional itu sehari sebelumnya. Lalu pada jam empat sore, ia tiba di kelas sang guru. Lelah, tapi siap belajar. "Ia belajar lebih giat daripada kebanyakan siswa ekspatriatku yang kaya-kaya," tutur sang guru. "Semangat Hani meningkat seiring dengan meningkatnya kemampuan bahasanya, tetapi aku makin patah semangat." Hani tak mungkin memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa dari universitas besar di Amerika. Ia belum pernah memimpin klub atau organisasi, karena di sekolahnya tak ada hal-hal seperti itu. Ia tak memiliki pembimbing dan nilai tes standar yang mengesankan, karena tes semacam itu tak ada. Namun, Hani memiliki tekad lebih kuat daripada murid mana pun.

"Maukah Anda mengirimkan namaku?" pintanya untuk didaftarkan sebagai penerima beasiswa. "Aku tak tega menolak. Aku mengisi pendaftaran, mengisi setiap titik-titik dengan kebenaran yang menyakitkan tentang kehidupan akademisnya, tetapi juga dengan pujianku tentang keberanian dan kegigihannya," ujar sang guru.

"Kurekatkan amplop itu dan mengatakan kepada Hani bahwa peluangnya untuk diterima itu tipis, mungkin nihil." Pada minggu-minggu berikutnya, Hani meningkatkan pelajarannya dalam bahasa Inggris. Seluruh tes komputerisasi menjadi tantangan besar bagi seseorang yang belum pernah menyentuh komputer. Selama dua minggu ia belajar bagian-bagian komputer dan cara kerjanya. Lalu, tepat sebelum Hani ke Jakarta untuk mengambil TOEFL, ia menerima surat dari asosiasi beasiswa itu. "Inilah saat yang kejam. Penolakan," pikir sang guru. Sebagai upaya mencoba mempersiapkannya untuk menghadapi kekecewaan, sang guru lalu membuka surat dan mulai membacakannya: Ia diterima! Hani diterima.... "Akhirnya aku menyadari bahwa akulah yang baru memahami sesuatu yang sudah diketahui Hani sejak awal: bukan kecerdasan saja yang membawa sukses, tapi juga hasrat untuk sukses, komitmen untuk bekerja keras, dan keberanian untuk percaya akan dirimu sendiri," tutur sang guru menutup kisahnya.

Kisah Hani ini diungkap oleh sang guru bahasa Inggris itu, Jamie Winship, dan dimuat di buku "Chicken Soup for the College Soul", yang edisi Indonesianya telah diterbitkan.

Tentu kisah ini tidak dipandang sebagai kisah biasa oleh Jack Canfield, Mark Victor Hansen, Kimberly Kirberger, dan Dan Clark. Ia terpilih diantara lebih dari delapan ribu kisah lainnya. Namun, bukan ini yang membuatnya istimewa. Yang istimewa, Hani menampilkan sosoknya yang berbeda. Ia punya tekad. Tekad untuk maju. Maka, sebagaimana diucapkan Tommy Lasorda, "Perbedaan antara yang mustahil dan yang tidak mustahil terletak pada tekad seseorang." Anda memilikinya?

Sumber: Disadur dari Chicken Soup for the College Soul.




Read More......

08 Juli 2008

Cintailah Dia


ini sebuah kutipan dari buku stephen covey, 7 habits, yang terkenal itu.

Pada sebuah seminar, saya berbicara ttg konsep proaktif, ketika seseorang datang dan berkata, "stephen, saya suka apa yang kamu katakan. tapi situasi saya sungguh berbeda. lihatlah perkawinan saya. Saya sungguh khawatir. saya dan istri saya tak lagi punya perasaan yang sama seperti dulu. saya kira saya tak lagi mencintainya, dan dia tak lagi mencintai saya. apa yang harus saya lakukan? "perasaan itu sudah tak ada lagi?", tanyaku. "Benar," jawabnya. "kami punya anak, dan kami sangat khawatir tentang mereka. apa saran kamu?"

"cintailah dia", jawab saya.

"kan saya sudah bilang, perasaan itu sudah tak ada"

"cintailah dia"

"kamu tak mengerti. perasaan itu tak ada lagi"

"cintailah dia. kalau perasaan itu sudah tak ada lagi, itu adalah alasan bagus untuk mencintainya."

"tapi bagaimana kamu bisa mencintai pada saat kamu tidak cinta?"

"temanku, cinta itu adalah kata kerja. cinta-perasaan itu-adalah buah dari cinta sebagai kata kerja. cintailah dia. layani dia. Dengarlah dia. berkorbanlah untuk dia. bla bla bla. maukah kamu melakukannya?"

Cinta seringkali dideskripsikan sebagai sebuah magic yang mengontrol manusia. cinta bisa membuat orang melakukan apa saja. cinta seolah membuat orang tak lagi punya pilihan kecuali memenuhi tuntutan cinta itu. sebaliknya, ketika cinta tak lagi eksis, orang tak lagi punya motif untuk berbuat sesuatu. benarkah demikian?

saya cenderung setuju pada pandangan covey tadi. cinta itu adalah kata kerja, dan transitif. artinya, kita punya kontrol penuh terhadapnya. apakah kita akan mencintai atau tidak mencintai. kita juga bisa memilih siapa yang hendak kita cintai dan yang tidak kita cintai. tapi kita sering ditipu oleh kelemahan diri kita dan kita jadikan cinta sebagai kambing hitamnya. karenanya banyak yang percaya bahwa cinta itu buta.




Read More......

07 Juli 2008

Never Perpect In The World


Suatu ketika, terdapat sebuah kerajaan yang diperintah seorang raja yang bijaksana. Namanya Raja Henry. Raja Henry yang telah tua itu ingin segera turun takhta. Raja Henry memiliki seorang anak bernama Pangeran Arthur.

Putra mahkota itu baik hati, bertanggung jawab, serta bijaksana. Ia juga dekat dengan rakyat. Itu sebabnya ia sangat cocok untuk memerintah kerajaan itu. Tetapi sayangnya ia belum beristeri. Padahal salah satu syarat untuk menjadi raja di kerajaan itu, pangeran harus memiliki isteri. Kesibukan di istana pun dimulai. Seluruh anggota kerajaan sibuk mencarikan wanita yang cocok untuk Pangeran.

Tapi, tak satu pun wanita yang dapat membuat Pangeran Arthur jatuh cinta. Selalu saja ada kekurangannya di mata Pangeran Arthur. Pada suatu hari, datanglah seorang pemuda pengembara. Ia datang ke kerajaan dan menemui Pangeran yang sedang melamun di taman istana. "Selamat pagi Pangeran Arthur!" sapa sang pengembara. "Selamat pagi. Siapakah kau?" tanya Pangeran Arthur. "Aku pengembara biasa. Namaku Theo. Kudengar, Pangeran sedang bingung memilih calon isteri?" tanya Theo. "Ya, aku bingung sekali. Semua wanita yang dikenalkan padaku, tidak ada yang menarik hati. Ada yang cantik, tapi berkulit hitam. Ada yang putih, tetapi bertubuh pendek. Ada yang bertubuh semampai, berwajah cantik, tetapi tidak bisa membaca. Aduuh!" keluh Pangeran dengan wajah bingung."Hmm, bagaimana kalau kuajak Pangeran berjalan-jalan sebentar. Siapa tahu di perjalanan nanti Pangeran bisa menemukan jalan keluar," ajak Theo sambil memandang wajah Pangeran yang tampak letih. "Ooh, baiklah," jawab Pangeran sambil melangkah. Mereka berdua lalu berjalan-jalan ke luar istana.

Theo mengajak Pangeran ke daerah pantai. Disana mereka berbincang-bincang dengan seorang nelayan.Tak lama kemudian nelayan itu mengajak pangeran dan Theo ke rumahnya. "Isteriku sedang memasak ikan bakar yang lezat. Pasti Pangeran menyukainya," ujar si nelayan. Setibanya di rumah nelayan, terciumlah aroma ikan bakar yang sangat lezat. Mereka duduk di teras rumah nelayan itu. Tak lama kemudian keluarlah istri nelayan menghidangkan ikan bakar. Istri nelayan itu bertubuh pendek. Ketika sang istri masuk ke dalam, Theo bertanya, "Wahai Nelayan! Mengapa engkau memilih istri yang bertubuh pendek?" Nelayan itu tersenyum lalu menjawab, "Aku mencintainya. Lagipula, walau tubuhnya pendek, hatinya sangat baik. Ia pun pandai memasak." Theo dan Pangeran Arthur mengangguk-angguk mengerti. Selesai makan, mereka berterima kasih dan melanjutkan perjalanan.

Kini Theo dan Pangeran Arthur sampai di rumah seorang petani. Di sana mereka menumpang istirahat. Rumah Pak Tani sangat bersih. Tak ada sedikit pun debu. Mereka beberapa saat bercakap dengan Pak Tani. Lalu keluarlah isteri Pak Tani menyuguhkan minuman dan kue-kue kecil. Bu Tani bertubuh sangat gemuk. Pipinya tembam dan dagunya berlipat-lipat. Setelah Bu Tani pergi ke sawah, Theo pun bertanya, "Pak Tani yang baik hati. Mengapa kau memilih isteri yang gemuk?" Pak Tani tersenyum dan menjawab dengan suara bangga, "Ia adalah wanita yang rajin. Lihatlah, rumahku bersih sekali bukan? Setiap hari ia membersihkannya dengan teliti. Lagipula, aku sangat mencintainya." Pangeran dan Theo mengangguk-angguk mengerti. Mereka lalu pamit, dan berjalan pulang ke Istana.

Setibanya di Istana, mereka bertemu seorang pelayan dan isterinya. Pelayan itu amat pendiam, sedangkan isterinya cerewet sekali. Theo Kembali bertanya, "Pelayan, mengapa kau mau beristerikan wanita secerewet dia?" Pelayan menjawab sambil merangkul isterinya, "Walau cerewet, dia sangat memperhatikanku. Dan aku sangat mencintainya".

Theo dan Pangeran mengangguk-angguk mengerti. Lalu berjalan dan duduk di tepi kolam istana. Pangeran berkata pada Theo,"Kini aku mengerti. Tak ada manusia yang sempurna. Begitu pula dengan calon isteriku. Yang penting, aku mencintainya dan hatinya baik. " Theo menarik nafas lega. Ia lalu membuka rambutnya yang ternyata palsu. Rambut aslinya ternyata panjang dan keemasan. Ia juga membuka kumis dan jenggot palsunya.

Kini di hadapan Pangeran ada seorang puteri yang cantik jelita. Puteri itu berkata,"Pangeran, sebenarnya aku Puteri Rosa dari negeri tetangga. Ibunda Pangeran mengundangku ke sini. Dan menyuruhku melakukan semua hal tadi. Mungkin ibundamu ingin menyadarkanmu..."

Pangeran sangat terkejut tetapi kemudian berkata,"Akhirnya aku dapat menemukan wanita yang cocok untuk menjadi isteriku". Mereka berdua akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.




Read More......

04 Juli 2008

Pilihan Dalam Kehidupan


Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab. “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka jadi orang kembar!” . Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya. Jerry adalah seorang motivator alami. Jika karyawan tersebut sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya kepadanya. “Aku tidak mengerti> Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?”

Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada seseorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu memilih sisi positifnya”. “Tetapi tidak semudah itu,” protesku. “Ya, memang begitu,” kata Jerry, “HIDUP ADALAH SEBUAH PILIHAN. SAAT KAMU MEMBUANG SELURUH MASALAH, SETIAP KEADAAN ADALAH SEBUAH PILIHAN. KAMU MEMILIH BAGAIMANA BEREAKSI TERHADAP SEMUA KEADAAN. KEMU MEMILIH BAGAIMANA ORANG-ORANG DI SEKELILINGMU TERPENGARUH OLEH KEADAANMU. KAMU MEMILIH UNTUK ADA DALAM KEADAAN YANG BAIK ATAU BURUK. ITU ADALAH PILIHANMU, BAGAIMANA KAMU HIDUP.”

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran, membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?” Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya perampokan. ”Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang.” jawab Jerry... ”Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan : aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup”.

”Apakah kamu tidak takut?” tanyaku. Jerry melanjutkan, “Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut”. Mata mereka berkata ’Orang ini akan mati’. Aku tahu aku harus mengambil tindakan”. ”Apa yang kamu lakukan?” tanya saya. ”Di sana ada suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry. ”Dia bertanya apakah aku punya alergi”. ”Ya, jawabku”. ”Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, ’PELURU!’. ”Di tengah tertawa mereka, aku katakan, ’Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati.”.

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikap hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya..........

Sumber : Chicken Soup For The Soul




Read More......

03 Juli 2008

Precious Life

Live today, and live it fully. Start out by reminding yourself how truly precious life is, and move forward with that in mind.

See the beauty and take time to enjoy it. See the possibilities and make the effort to bring them into reality.

You can do things today that will forever change life for the better. Focus on your own special way to create value, and make it happen.

Pay attention to those things that truly matter. Give your love, your energy and your time to them, and your blessings will grow even more abundant.

No matter what the outside circumstances may be, let joy flow from inside you. And watch as it changes the world around you.

This is a day to be filled with beauty, with loving effort, with the wonder, joy and positive energy of being alive. Live this day fully while it is here, and its joys will be with you always.

Ralph Marston

Read More......

02 Juli 2008

Selembar Kertas Putih

Seekor anak beruang suka mencari-cari kesalahan. Dengan cekatan, ia akan mampu menunjukkan kesalahan teman-teman dan orang tuanya. Bahkan jika terjadi sesuatu pada dirinya, maka ia menyalahkan teman dan orang tuanya. “Aku jatuh karena Ayah meletakkan ember di sembarang tempat,” kata beruang kepada ayahnya saat ia terjatuh di kamar mandi. “Kamu mengalami musibah ini karena kamu tidak berhati-hati. Oleh karena itu, kalau berjalan harus hati-hati,” kata anak beruang kepada seekor kijang yang terkilir kakinya.

Pada suatu hari, anak beruang berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya. “Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan mengambilnya. Aku akan mengusir lebah-lebah itu!” Ia pun mengambil sebuah galah dan menyodok sarang lebah itu dengan keras. Ribuan lebah merasa terusik dan menyerang anak beruang. Melihat binatang kecil yang begitu banyak, anak beruang lari terbirit-birit. Lebah-lebah itu tidak membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu…dua…tiga, lebah-lebah menghajar dengan sengatan. “Aduh…tolong…!” Byur!! Anak beruang menceburkan dirinya ke sungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan anak beruang yang kesakitan.

Mengapa Ayah tidak menolongku? Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku. Semua ini salah ayah!” Ayah beruang diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas putih. “Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?” “Itu hanya kertas putih, tidak ada gambarnya,” jawab anak beruang. Kemudian, ayah beruang mencoret kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam. “Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini? Ada gambar titik hitam di kertas putih itu! Anakku, mengapa kamu hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Betapa mudahnya kamu melihat kesalahan Ayah! Padahal masih banyak hal baik yang telah Ayah lakukan padamu.”

Ayah beruang berjalan pergi meninggalkan anaknya yang duduk termenung. Hal ini mengajarkan kita untuk belajar mengoreksi diri sendiri sebelum kita menyalahkan orang lain. Jangan hanya melihat sisi buruk suatu masalah, tetapi kita perlu juga melihat sisi baiknya. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Jadilah manusia yang positif!

Sumber : unknown




Read More......

01 Juli 2008

Sahabat Sejati

Dalam kehidupan sehari-hariku, ada 2 orang pria yang terlibat secara langsung karena dari semuanya merekalah yg paling akrab denganku. Yang satu sebutlah saja Randy selalu dekat denganku dan memujiku untuk setiap yang kulakukan. Yang satu lagi adalah Ando. Dia selalu saja kaku dan dingin padaku.

Pernah suatu kali aku tersandung dan jatuh terjerembab, yang membuat kakiku terluka dan mengeluarkan darah. Ando yang melihat duluan langsung menghampiriku dan dengan keras dan tegas dia katakan “Makanya kalau jalan dilihat dong jalannya, ayo berdiri dan cuci kakimu…”, seketika datang Randy yang dateng ke sampingku lalu menopang tubuhku dan ia pun mendudukanku di bangku yang terdekat. Dengan lembut Randy berkata “Aduh, sakit ya. Berdarah lagi.., aku Bantu tiup ya biar tidak perih”.

Kedua sikap temanku itu sangat berbeda tapi aku menyayangi keduanya hanya saja terkadang aku lebih merasa nyaman jika di dekat Randy.

Pernah satu kali aku menyanyi di sebuah acara…setelah penampilanku aku meminta pendapat kedua temanku. Tentu saja belum juga kutanyakan, Randy sudah memuji-muji suaraku. Berbeda dengan Ando, dia katakan biasa saja dan dia menambahkan beberapa hal yang baginya ada titik2 kekurangan dalam nyanyian yang kubawakan… kurang ekspresi lah, kurang power nya lah dan lainnya. Dari banyak hal yang kulalui bersama mereka ..kalian pasti setuju jika aku katakan Teman sejati ku adalah Randy.

Tapi apa yang kelihatannya baik & nyaman itu tidaklah selalu “SEJATI”. Bingung dengan statement barusan?? Aku pun semula tidak tahu hal itu dapat dibuktikan melalui apa yang aku alami sendiri. Sekarang aku akan jelaskan maksudnya..

Sebenarnya Teman Sejatiku yang sebenarnya adalah Ando..lho kok?? Yah dia memang keras dan dingin juga kadang terlihat cuek. Tapi dingin dan kerasnya adalah sebuah bukti kecemasannya pada hal yang aku alami. Terbukti dari Ando lah yang pertama melihat aku terjatuh. Dan apa yg dia suruh lakukan adalah mencoba untuk membuat aku tidak mengalami infeksi pada kakiku seperti yg sekarang aku alami.

Bodohnya aku mau saja membiarkan Randy meniup lukaku dan tidak menuruti Ando yg memintaku membilas lukaku. Sehingga kakiku mengalami infeksi. Dan Ando tidak akan menopangku saat aku jatuh karena kesalahanku sendiri, karena dia tidak mau membuat aku menjadi orang yang lemah dan juga menjadi wanita yang selalu bergantung pada orang. Setiap kritikannya pun adalah untuk membuat ku tidak mudah puas dengan apa yg aku raih, supaya aku terus dan terus berkembang, dia memaparkan semua kekurangan dan kejelekanku, itu pun bukan untuk memojokkan aku . Tapi semuanya dia lakukan untuk membuatku memperbaiki semua kekurangan dan kelemahanku untuk membuat aku menjadi lebih baik.

Dia tahu benar sikap nya yang tulus dan terbuka itu akan membuatnya dibenci olehku. Tapi dia tetap melakukannya karena dia ingin melakukan yang terbaik semata-mata untukku. Lebih dari itu semua, ketika aku membutuhkan seseorang ketika aku bersedih dan terluka. Ando lah yang selalu muncul walau ketika ku telp dia bersikap dingin dan mengatakan aku cengeng...tapi dia selalu dateng…SELALU.

Sedang Randy?? Jangan ditanya, dia selalu banyak alasan ketika dimintai pertolongan. Teman yang tak dapat diandalkan …

Dan yang pasti..Dalam doa Ando..namaku selalu disebut (kayak lagu di Doa Ibuku he he) ..dalam doa Randy??? Pasangan hidupnya yang selalu disebut.

Sekarang ngertikan yang kumaksud dgn apa yang kelihatannya baik & nyaman itu tidaklah selalu “SEJATI”.

Prosa ini aku bagikan supaya kita nggak terburu2 memberikan penilaian kepada sikap seseorang.

Created by : RVJ




Read More......