16 Januari 2008

JANGKRIK DAN UANG LOGAM



Suatu hari seorang dari desa mengunjungi temannya di kota. Bunyi
ribut mobil dan derap orang yang lalu lalang sangat menganggu
orang desa itu. Kedua orang itu kemudian berjalan-jalan dan tiba-tiba
orang desa itu berhenti, menepuk pundak temannya dan berbisik ,”Berhentilah
sebentar. Apakah kamu mendengar apa yang kudengar?”
Teman kotanya itu
menoleh ke arah orang desa itu dan tersenyum, dan kemudian berkata ,”Yang
saya dengar hanyalah suara klakson mobil serta suara orang lalu lalang. Apa
yang kau dengar?" "Ada seekor jangkrik di dekat sini dan saya bisa mendengar
suara nyanyiannya“
jawab si orang desa.

Teman dari kota itu mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu
menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata ,”Saya pikir kamu hanya
bergurau. Tidak ada jangkrik disini. Dan seandainya ada, bagaimana orang
bisa mendengar di tengah kebisingan jalan ini? Apakah kamu pikir kamu bisa
mendengar suara jangkrik?”




Kata orang desa itu ,”Ya ! ada satu ekor yang bernyanyi di sekitar sini
sekarang”
. Orang desa itu berjalan beberapa langkah, lalu berhenti di samping
tembok sebuah rumah. Di situ ada tanaman yang tumbuh merambat. Orang
desa itu memetik beberapa daun, dan diatas daun itu ada seekor jangkrik yang
sedang bernyanyi keras sekali. Teman dari kota itu kini bisa melihat jangkrik
itu, dan ia pun mulai bisa mendengarkan suara nyanyiannya. Ketika mereka
mulai berjalan-jalan kembali, orang kota itu berkata kepada teman desanya
, ”Kamu secara alami bisa mendengar lebih alami dari kami”. Orang desa itu
tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berkata ,”Saya tidak
setuju dengan pendapatmu. Orang desa tidak bisa mendengar lebih baik dari
orang kota. Sekarang lihat, saya akan memperlihatkan sesuatu kepadamu”.




Lalu orang desa itu mengambil uang logam dan melemparkannya ke
trotoar. Bunyi uang logam itu membuat banyak orang menoleh kepadanya.
Kemudian orang desa itu memungut uang logam itu, dan keduanya
melanjutkan berjalan-jalan.


Kata orang desa itu ,”Tahukah kamu sobat, suara uang logam tidaklah
lebih keras dari suara jangkrik tadi. Meski demikian, banyak orang kota
mendengar dan menoleh ke arahnya. Di lain pihak, saya adalah satu-satunya
orang yang mendengar suara jangkrik itu. Alasannya tentu bukan bahwa orang
desa bisa mendengar lebih baik dari orang kota. Tidak. Alasannya adalah
bahwa KITA SELALU MENDENGAR DENGAN LEBIH BAIK, HAL-HAL YANG
MENARIK PERHATIAN KITA, DIBANDING HAL-HAL YANG BERADA DI DEPAN KITA.”
.


Dikutip dari Suara Merdeka

Tidak ada komentar: